Tuesday, January 19, 2021

Buntut Tawuran Manggarai, Polisi Rekam Sidik Jari Warga

Polres Metro Jakarta Selatan merekam sidik jari sejumlah warga di sekitar Manggarai untuk mengantisipiasi terulangnya aksi tawuran.

Polres Metro Jakarta Selatan merekam sidik jari sejumlah warga di sekitar wilayah Manggarai, Jaksel untuk mengantisipasi aksi tawuran kembali terjadi.

Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel AKBP Jimmy Christian Samma mengatakan dengan perekaman sidik jari itu diharapkan dapat mendeteksi warga yang kembali terlibat dalam aksi tawuran.

"Sidik jari kita ambil ini untuk mengidentifikasi ke depannya apabila terjadi tawuran lagi. Teman-teman yang melakukan sidik jari ini bisa kita identifikasi dengan cepat," tutur Jimmy kepada wartawan, Selasa (19/1).

Setidaknya ada 80 hingga 100 orang yang dilakukan perekaman sidik jari oleh aparat kepolisian.

Nantinya, kata Jimmy, jika terbukti kembali terlibat aksi tawuran, maka kepolisian tak segan untuk memberikan sanksi pidana sesuai dengan perbuatan yang dilakukan.

Misalnya, jika terbukti membawa senjata tajam, maka bisa dijerat dengan menggunakan Undang-Undang Darurat.

"Ketika unsur-unsurnya terpenuhi pasti kita kenakan, termasuk provokasi dan sebagainya. Tergantung konteksnya, kejahatan atau unsur-unsur apa yang terpenuhi," ucap Jimmy.

Di sisi lain, dua kelompok warga yang terlibat dalam aksi tawuran Senin (18/1) kemarin juga telah melakukan deklarasi damai.

Diketahui, dua kelompok itu yakni kelompok `Manggarai atas` atau disebut geng Gemtas dan kelompok `Manggarai bawah` yang disebut geng Tuyul.

"Kita di sini membuat deklarasi atau perjanjian damai antara masyarakat yang ada di bawah dan masyarakat yang ada di atas. Kita tidak ingin terulang lagi kejadian yang sama, apalagi ini wilayahnya masih satu RW," kata Jimmy.

Senin (18/1) kemarin, aksi tawuran antar warga kembali terjadi di wilayah Manggarai, Jakarta Selatan sekitar pukul 17.00 WIB.

Warga yang terlibat tawuran baru bisa dibubarkan setelah kepolisian menembakkan gas air mata.

"Kemarin awalnya ada saling lempar petasan, hari ini saling lempar air yang diduga air kencing. Itu yang memicu tawuran," kata Kapolres Metro Jaksel Kombes Azis Andriansyah saat dikonfirmasi, Senin (18/1) malam.

0 komentar

Post a Comment