Wednesday, January 27, 2021

False Nine Bom Waktu Man City

False nine salah satu kunci Manchester City berada di puncak klasemen Liga Inggris. Tapi, false nine Pep Guardiola itu bisa menjadi bom waktu.
Jakarta, --

False nine menjadi salah satu kunci Manchester City berada di puncak klasemen Liga Inggris saat ini. Tapi, false nine Pep Guardiola itu bisa menjadi bom waktu.

Ketika Man City kalah 0-2 dari Tottenham Hotspur pada pekan kesembilan, 21 November lalu, tim asuhan Pep Guardiola itu diprediksi akan terpuruk di Premier League musim ini.

Kekalahan dari Tottenham itu membuat Man City terpuruk di peringkat 9 klasemen Liga Inggris. Ini adalah start terburuk dalam sejarah karier kepelatihan Guardiola.

Segala masalah dihadapi Guardiola untuk membangkitkan Man City. Mulai dari cedera pemain, buruknya penampilan lini belakang, hingga mengabaikan tikitaka.

Mengabaikan tikitaka? Ya, itu salah satu alasan yang diungkap Guardiola ketika ditanya mengenai start buruk Man City musim ini.

"Kami berlari terlalu banyak. Tanpa bola, Anda harus berlari. Tapi dengan bola, Anda harus berjalan atau lari lebih sedikit. Lebih sering tetap di posisi dan biarkan bola berjalan, bukan Anda," ujar Guardiola.

Guardiola sudah mampu mengatasi masalah itu sejak kekalahan Man City dari Tottenham. Namun, permasalahan The Citizens belum sepenuhnya teratasi. Man City masih punya satu masalah krusial: Lini depan yang tumpul!

Cedera yang dialami Sergio Aguero membuat Guardiola harus mengandalkan Gabriel Jesus sebagai penyerang tengah. Hasilnya: cukup buruk!

Penyerang asal Brasil itu gagal menggantikan peran Aguero setelah hanya mampu mencetak dua gol dalam 11 penampilan di Liga Inggris musim ini. Namun, bukan Guardiola namanya kalau tidak bisa mengatasi masalah tersebut.

Pelatih asal Catalunya itu mengatasi masalah dengan menerapkan false nine di lini depan Man City. Kevin De Bruyne, Riyad Mahrez, Ferran Torres, dan Bernardo Silva secara bergantian dimainkan Guardiola sebagai penyerang tengah.

Hasilnya cukup signifikan. Man City meraih tujuh kemenangan beruntun di Premier League, dan 13 kemenangan beruntun secara keseluruhan sejak Guardiola menerapkan false nine kali pertama saat melawan Southampton pada 19 Desember lalu. Ketika itu Torres berperan sebagai penyerang tengah Man City.

Guardiola memang pernah satu kali menurunkan Jesus sebagai penyerang tengah saat melawan Crystal Palace di Liga Inggris, 17 Januari 2021. Namun, kondisinya tidak berubah. Jesus masih tumpul dan gagal mencetak gol dalam kemenangan 4-0 atas Palace.

[Gambas:Video CNN]

Terakhir, Man City memainkan Riyad Mahrez sebagai penyerang tengah saat menang 5-0 atas West Bromwich Albion. Sebuah kemenangan yang membuat Man City berada di puncak klasemen Liga Inggris untuk kali pertama musim ini.

Sukses mengembalikan permainan tikitaka dan penggunaan false nine membuat Man City bangkit. Pengoleksi empat gelar Premier League itu saat ini menjadi tim dengan torehan kemenangan, clean sheet, penguasaan bola, dan umpan terbanyak hingga pekan ke-20.

Untuk urusan mencetak gol, Man City juga tidak terlalu buruk. Man City berada di posisi kedua tersubur bersama Manchester United dengan 36 gol, hanya terpaut satu gol dari Liverpool di puncak. Pencapaian itu diraih Man City dengan menerapkan false nine di hampir separuh pertandingan paruh pertama musim ini.

0 komentar

Post a Comment