Friday, January 29, 2021

Tak Bisa Bayar Utang, Konglomerat China Bangkrut

Konglomerat China HNA Group mengumumkan pihaknya menghadapi kebangkrutan dan akan melakukan restrukturisasi untuk mengelola utangnya.

Konglomerat China HNA Group mengumumkan pihaknya menghadapi kebangkrutan dan akan melakukan restrukturisasi untuk mengelola utangnya sebagai upaya lanjutan menangani krisis keuangan yang telah berlarut-larut.

Grup yang memiliki salah satu maskapai penerbangan terbesar China, Hainan Airlines, itu mengatakan melalui pernyataan pada Jumat (29/1), bahwa kreditor mereka telah mengajukan permohonan pailit dan reorganisasi ke pengadilan.

Bukan hanya dikenal sebagai salah satu konglomerat penerbangan swasta di China, HNA sebelumnya merupakan pemegang saham di grup hotel Hilton dan Deutsche Bank.

Grup ini juga memiliki Hong Kong Airlines, yang memberhentikan ratusan stafnya tahun lalu akibat penurunan tajam bisnis pariwisata sebagai dampak dari pandemi.

Selain itu, mereka diketahui membuat sejumlah kesepakatan akuisisi agresif lainnya. Mereka memiliki investasi yang mencakup sektor penerbangan, pariwisata, real estat, hingga layanan keuangan.

Pada 2017 lalu, Pemerintah China sempat menindak ekspansi global agresif dari HNA. HNA dipaksa mengurangi aset dan diminta fokus pada bisnis maskapai dan pariwisata.

Terbebani utang hingga miliaran dolar, konglomerat itu pun berusaha melepas aset mereka satu per satu.

Pada Jumat (29/1), HNA mengatakan menerima pemberitahuan dari Pengadilan Tinggi Rakyat Provinsi Hainan yang menyebut "kreditor telah mengajukan permohonan ke pengadilan untuk pailit dan restrukturisasi grup karena tak dapat melunasi utang jatuh tempo."

HNA menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan pengadilan dalam melakukan peninjauan kembali. Tindakan itu diharapkan mendorong penyelesaian utang dan mendukung pengadilan melindungi hak kreditor.

Pengumuman bangkrut ini datang sekitar sepekan setelah HNA mengatakan sebuah kelompok kerja pimpinan pemerintah daerah telah menyusun rencana disposal risiko.

HNA menambahkan bahwa rencana tersebut "berjalan lancar" dan akan memasuki "periode kritis".

0 komentar

Post a Comment