Monday, February 1, 2021

Cara Kerja Jammer HP, Alat TNI Bubarkan Massa Saat Pandemi

Pengacak sinyal atau jammer awalnya dikembangkan buat kebutuhan militer, namun saat ini kerap dipakai untuk keperluan privasi.

Pengacak sinyal atau jammer ponsel merupakan alat yang berfungsi mengganggu frekuensi seluler untuk memutus komunikasi ponsel di wilayah tertentu. Cara kerja alat ini mencegah komunikasi dua arah ponsel dengan BTS (Base Transceiver Station).

Jammer awalnya dikembangkan untuk kebutuhan militer untuk mengganggu komunikasi musuh saat perang. Namun saat ini jammer juga bisa digunakan buat kebutuhan privasi seperti lokasi rapat, ibadah, ujian, konser atau keperluan khusus seperti menangani kerumunan massa.

Misalnya seperti yang akan dilakukan Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0611 Garut Letkol Deni Iskandar untuk mengatasi membubarkan orang di Garut, Jawa Barat. Jammer disebut akan dioperasikan agar tidak ada banyak orang berkumpul semasa pandemi Covid-19.

"Jammer ini nanti akan berfungsi untuk menghilangkan sinyal, akhirnya mereka akan bubar dengan sendirinya, nanti juga kami akan kerja sama dengan Telkom," kata Deni di lapangan Sekretariat Daerah Pemkab Garut, seperti dikutip dari Antara Senin (1/2).

Cara Kerja Jammer

Thesignaljammer.com menjelaskan jammer bekerja mengirim sinyal frekuensi radio ke menara BTS terdekat. Sinyal itu pada dasarnya sama seperti frekuensi ponsel dan cukup kuat untuk menimpanya.

Sinyal jammer dan sinyal ponsel pada akhirnya bertubrukan, lalu proses ini menimbulkan hilangnya komunikasi antara ponsel dan BTS.

Jammer memiliki variasi dan kemampuan yang berbeda, tergantung merek dan modelnya. Perangkat jammer biasa bisa memblokir salah satu dari dua frekuensi ponsel, sehingga ponsel tertipu karena mengira tidak mendapatkan servis BTS sebab cuma menerima satu frekuensi.

Layar ponsel yang kena cakupan jammer bisa menampilkan tulisan `out of service`.

Namun jammer versi teknologi baru dapat memblokir lebih dari satu frekuensi, bahkan dapat disetel agar sesuai frekuensi yang disasar.

Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melarang jammer atau barang yang dapat mengganggu sinyal/frekuensi beredar di Indonesia. Jammer yang bukan untuk kepentingan negara akan disita dan perakit serta penjualnya akan diproses hukum.

Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, barang yang mengganggu sinyal/frekuensi dilarang beredar di Indonesia.

0 komentar

Post a Comment