Tuesday, November 24, 2020

Kapolda Sulteng Angkat Bicara, Propam Selidiki Oknum Polri Yang Terlibat Tambang Dongi-Dongi

Palu, Media Bulukumba- Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Drs. Abdul Rakhman Baso, S.H.angkat bicara terkait keberadaan aktivitas tambang emas tanpa izin di Dongi-Dongi Kabupaten Poso, berlokasi di salah satu tempat wisata di puncak Kabupaten Sigi, Sabtu malam (14/11).

Kepada wartawan ia menerangkan bahwa permasalahan Dongi-Dongi bukan hanya berkaitan dengan adanya hutan lindung dan sebagainya, tapi juga menyangkut periuk dan perut masyarakat di sana.

“Tidak mungkin penegakan hukum yang dikedepankan sementara masyarakat di sana, periuknya tidak menyala bagaimana coba,” katanya.

Dalam hal ini, Kapolda bintang dua itu juga menegaskan, pihak Propam sedang menyelidiki dan tidak akan ragu-ragu akan menindak dugaan keterlibatan oknum anggota Polri yang ditugaskan menjaga di lokasi pertambangan Dongi-Dongi.

“Kalau memang ada anggota kita (Polda Sulteng) kita akan tindak, saya tidak ragu-ragu akan menindak,” tegasnya.

Sebelum diberitakan, Selasa (27/10) lalu sekitar pukul 19.00 telah terjadi penganiayaan seorang penambang yang dilakukan juga seorang penambang di lokasi tambang emas Dongi-Dongi.

(*Eko Prasetyo)

Monday, November 23, 2020

Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan, FM-MBS IAIN Palopo Sukses Adakan Silaturahmi Antar Mahasiswa Baru

Palopo, Media Bulukumba - Sebagai bentuk upaya menjaga perputaran roda organisasi, Forum Mahasiswa Management Bisnis Syariah (FM-MBS) IAIN Kota Palopo melaksanakan ajang silaturahmi terhadap Mahasiswa Barunya, 20 November 2020, bertempat di Pantai Labombo, Pasir Putih, Kota Palopo.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari 2 malam tersebut berjalan lancar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat baik bagi peserta maupun panitia kegiatan tersebut, hal ini dilakukan karena kondisi yang masih dalam situasi Pamdemi Covid-19, sebagaimana yang diterangkan oleh Moh. Ichsanul amal selaku ketua panitia dalam kegiatan ini.

“Disatu sisi kita harus melaksanakan kegiatan silaturahmi ini untuk perputaran roda organisasi, tapi disisi lain kita juga dihadapkan dengan Pandemi Covid-19, olehnya itu kami tetap melaksanakan ajang Silaturahmi Mahasiswa baru Program Studi MBS dengan mematuhi aturan yang ada dan protokol kesehatan yang berlaku, dan Alhamdulillah, kegiatannya dapat diselesaikan dan berjalan lancar”, tandasnya.


Lebih lanjut, Moh. Ichsanul berharap dengan berjalannya kegiatan ini dapat menjaga budaya yang terdapat di dalam kampus, serta mempererat silaturahmi antara mahasiswa MBS itu sendiri.

“Saya sangat berharap dengan kegiatan ini, budaya yang ada dalam kampus dapat terus terjaga, serta dapat mempererat silaturahmi diantara kami”, uajar Ketua Panitia.

Kegiatan yang dilaksanakan ini juga mendapat dukungan dan apresiasi dari pihak terkait seperti kepolisian, babinsa dan kelurahan setempat.

Hal ini dibuktikan dengan kehadiran mereka saat proses penutupan kegiatan kaderisasi, selain hadir mereka tak lupa membagikan masker sebagai bentuk apresiasi karena FM-MBS melaksanakan kegiatan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

(*Eko Prasetyo)

Dua Pengacara Saling Lapor, Kasus Pusat Niaga Palopo Terus Berlanjut

Palopo, Media Bulukumba - Kuasa hukum Buya Andi Ikhsan, Andi Surya, S.H, melaporkan pengacara pedagang Pusat Niaga Palopo yang rukonya dirantai oleh pihak Buya, 21 November 2020.

Sebelum pelaporan ini dimasukkan ke Polres Palopo, Kuasa Hukum pedagang terpantau sedang berusaha merusak rantai pintu ruko dengan menggunakan palu.

Melihat hal ini, Andi Surya, S.H mengambil tindakan dengan mengajak kuasa hukum tersebut ke kantor Polisi, akan tetapi tindakan tak kooperatif ditunjukkan hingga terjadilah adu mulut. Tidak hanya itu, kedua kuasa hukum sempat terjatuh ke tanah akibat saling tarik menarik.

“Dia melakukan perusakan gembok dari ruko yang telah kami rantai, hal tersebut merupakan sebuah tindak pidana, karena melakukan perusakan bangunan di atas lahan yang bukan miliknya,” beber Andi Surya.

Lebih lanjut Andi Surya, S.H mempertanyakan dasar dari pengacara tersebut, merusak ruko yang berada di atas tanah yang bukan miliknya.

Disi lain, pihak pengacara salah satu pedagang tersebut juga melakukan pelapuran atas dugaan penganiayaan yang dialami dirinya.

Menurut Syahrul, awalnya Sabtu pagi sekitar pagi pukul 10.00 Wita dirinya berkoordinasi dengan Kepala Pasar untuk membuka segel tersebut, namun berdasarkan informasi dari kepala Dinas bahwa kepala pasarnya ketakutan untuk membuka segel tersebut padahal itu sudah perintah walikota saat pertemuan antara pedagang dengan walikota pada Kamis lalu, di ruang pola kantor Walikota palopo.

“Dalam dua hari ini ketika saya berada di lokasi Pusat Niaga Palopo kelompok Buya cs beserta pengacaranya memperlakukan saya secara tidak wajar dan tidak beretika tetapi saya tetap meredam emosi,” komentar Syahrul lagi.

“Namun pada Sabtu sekira pukul 16.15 wib tepatnya di pelataran Pusat Niaga Palopo tindak penganiayan yang saya alami terjadi yang dilakukan oknum pengacara Buya Andi Iksan B. Mattotorang dengan cara memaksa saya untuk ke kantor polisi dengan cara menarik badan saya namun saya menolak dan terus menarik saya dengan melakukan penarikan sehingga mengakibatkan saya terjatuh dan melakukan pemukulan menggunakan kepalan tangan di kepala bagian belakang. Bukan hanya itu, mereka memutar tangan saya serta bersama Suwandi mencekik leher saya dari belakang,” urainya ketika ditemui usai melapor ke polisi.

(*Eko Prasetyo)

Sunday, November 22, 2020

Melakukan Perlawanan, Dua DPO Terduga Teroris Ditembak Mati

 

Palu, Media Bulukumba- Selasa, 17 November 2020, dua terduga teroris yang telah lama dicari akhirnya berhasil ditemukan oleh personil TNI yang tergabung dalam satgas Tinombala, tepat pukul 15.30 WITA.

Dalam proses penangkapan, kedua terduga teroris Bojes dan Aziz sempat melakukan perlawanan dan kontak senjata dengan satgas Tinombala sebelum akhirnya tertembak mati, sebagaimana yang disampaikan oleh Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Drs. Abdul Rakhman Baso, S.H.

“Saat melakukan penangkapan, mereka sempat melakukan perlawanan dan kami mengambil tindakan tegas dan terukur”, ujarnya.

Penembakan terduga teroris yang dipimpin oleh Ali Kalpra itu terjadi di desa Bolano Barat, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.

Dari lokasi kejadian dikumpulkan barang bukti berupa senjata revolver, bom molotov, amunisi, GPS dan beberapa peralatan lainnya, hingga saat ini jenazah kedua terduga teroris tersebut, telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Sulteng.

(*Eko Prasetyo).

Saturday, November 21, 2020

River Clean Up !!! Earth Hour Kota Palopo: Bersama Lestarikan Lingkungan

 

Palopo, Media Bulukumba - Earth Hour Kota Palopo yang merupakan bagian dari WWF melaksanakan kegiatan River Clean Up, 21 November 2020, pukul 07.00 WITA, bertempat di Sungai Amassangan Kota Palopo, dalam rangka memperingati hari Pahlawan dan Hari Bersih-Bersih Sungai Ciliwung.

"Sebenarnya terlaksananya kegiatan ini dalam rangka peringatan hari Pahlawan dan Hari Bersih-Bersih Sungai Ciliwung, walaupun kita tidak berada di wilayah sungai Ciliwung, tetapi kami tetap memperingatinya dengan cara membersihkan sungai yang berada di wilayah kami (Kota Palopo)", tandas Asriani, selaku Leader dalam kegiatan ini.

Kegiatan ini bertujuan membersihkan sungai Amassangan Kota Palopo agar sampah yang berada di sekitaran sungai tidak terbawa hingga ke laut, seperti yang disampaikan oleh selaku Leader dalam kegiatan ini.


"Kegiatan ini kita laksanakan untuk membersihkan sungai Amassangan agar sampah yang ada di sini tidak terbawa hingga ke laut, yang dapat merusak ekosistem laut, apalagi di saat kondisi cuaca seperti saat ini", ujarnya.

Lebih lanjut, Asriani mengemukakan bahwa dalam kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, diantaranya Dinas Lingkungan Hidup Kota Palopo, Indonesia Indah Foundation, serta pihak kelurahan di wilayah sungai Amassangan.

"Kami telah menyampaikan kegiatan ini kepada pihak terkait, dan tadipun sempat hadir dari Dinas Lingkungan Hidup dan pihak kelurahan setempat", lanjutnya.

Dalam hal ini, Asriani juga berharap agar masyarakat dapat lebih peduli terhadap lingkungan, memiliki kedewasaan dalam berfikir agar turut serta dalam upaya pelestarian lingkungan.

(*Eko Prasetyo)


Penangkapan Penyalahgunaan Narkoba, Polres Sigi Mengamankan Dua Orang Pelaku


Sigi, Media Bulukumba -
Satuan Narkoba Polres Sigi melalukan penangkapan penyalahgunaan Narkoba jenis sabu yang bertempat di Desa Pandere, kec. Gumbasa, kab. Sigi, 19 November 2020, sekitar puku 20.00 WITA.

Dalam penangkapan ini, dua orang berjenis kelamin laki-laki dengan inisial SD (40 tahun) dan AZ (30 Tahun) dibawah ke Mako Polres Sigi bersama barang bukti yang ditemukan.

Penangkapan ini dibenarkan oleh Kasat Narkoba Polres Sigi, Iptu. Jani Sagala, S.H.


"Memang benar pada hari kamis sat Narkoba telah menangkap dua orang pelaku Narkoba didesa pandere kec. Gumbasa", ujarnya.

Lebih lanjut, Kasat Narkoba mengungkapkan bahwa pelaku ini telah menjadi target Satuan Narkoba.

"Pelaku ini memang telah menjadi target sat narkoba, olehnya saya berharap kepada pelaku yg lain agar segera menghentikan semua kegiatan yg berhubungan dengan Narkoba jika tidak ingin merasakan penatnya hidup diterali besi", tandasnya.

SD  ditangkap dirumahnya didesa pandere, dan pelaku AZ ditangkap dijalan desa pandere, dari tangan pelaku diamankan barang bukti berupa 1 (satu) paket yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,17 gram, 4 (empat) Buah Plastik bening kosong, 1 (satu) Buah Pireks, 1 (satu) Buah Sendok sabu, 3 (tiga) Buah Korek Api, 1 (satu) Unit Hp Vivo warna Biru, serta Uang Rp. 280.000 (dua ratus delapan puluh ribu rupiah).

Dalam hal ini, Polres Sigi akan melakukan pemeriksaan urine terhadap tersangka dan melakukan pemeriksaan bubuk ke Labfor Makassar sebagai bentuk tindak lanjut.

(*Eko Prasetyo)

Friday, November 20, 2020

Memahami Masyarakat Adat, Aristan: Kita Perlu Menghadirkan Simbol-Simbol Kebudayaan


 Palu, Media Bulukumba - Terkait pembahasan masyarakat adat yang dilakukan belum lama ini, Aristan, Calon Walikota Palu 2020-2024, mengungkapkan pentingnya memahami dan menghadirkan simbol-simbol kebudayaan, karena sejatinya masyakat adat memiliki struktur ruang dan sistem pengelolaan sumber daya alam yang dikelola secara tradisional.

“Arsitektur vernakuler berkaitan dengan pembangunan kebudayaan. Kita perlu menghadirkan simbol-simbol kebudayaan, selain soal arsitektur, hal yang penting adalah mengurusi hal mendasar, seperti ruang kelola hidupnya dan pengakuan terhadap keberadaan masyarakat adat di Kota Palu”, ungkap Aristan.

Problem terkait masyarakat adat merupakan hal yang belum terselesaikan sejak puluhan tahun, hingga saat ini, seperti yang lebih lanjut disampaikan Aristan

“Walaupun diakui keberadaan masyarakat adat dalam konstitusi, tetapi masih saja ada masalah”, lanjutnya.

(*Eko Prasetyo)

Wednesday, August 5, 2020

Otoritas Moral Sebagai Solusi Distorsi Pengabdian Masyarakat dan Sosial


MEDIA BULUKUMBA
Winardi Dwi Putra (Mahasiswa FH UBB/ Aktivis Pemuda Tempilang)
Media Bulukumba - Spekulasi masyarakat tidak dapat lepas dari stigma negatif terhadap para aktivis maupun gerakan-gerakan yang berfokus pada pengabdian masyarakat. Adapun diantaranya para aktivis dan penggerak gerakan sosial pengabdian masyarakat adalah pemuda maupun  mahasiswa yang seharusnya masih dianggap peduli. Hal ini terjadi karena adanya disorientasi dan distorsi serta degradasi terhadap hakikat serta esensi dari gerakan pengabdian sosial dalam lingkungan masyarakat. Serta mengkangkangi elaborasi yang seharusnya dilakukan dengan penetrasi kemajuan.

Stigma negatif ini tidak hanya dialami oleh perseorangan tetapi juga dialami oleh beberapa organisasi sosial. Problematika adanya stigma negatif masyarakat ataupun kecurigaan buruk terhadap gerakan pengabdian masyarkat muncul semenjak berkurangnya otoritas moral para pemuda yang bergerak dengan tujuan sosial oriented  beralih kepada presensi oriented .  Sosial oriented itu sendiri adalah tujuan yang mengedepan sosial secara keseluruhan dari berbagai sisi. Sedangkan presensi oriented adalah pengejawantahan dari tujuan yang mengharapkan pengakuan atas sebuah kehadiran subjek/kelompok penggerak serta keberadaanya yang iringi dengan finalisasi eksistensi dan popularitas pribadi ataupun kelompok.


Tidak heran, kebanyakan hal yang terjadi diantaranya adalah aktivitas sosial dengan animo kepemudaan/ mahasiswa melahirkan pragmatisme yang memanifestasi penunjangan terhadap eksistensi pribadi maupun kelompok. Distorsi yang menghadirkan eksistensi dari aktivitas pengabdian sosial akan digunakan oleh sebagian orang maupun kelompok untuk kepentingan yang lebih luas lagi. Seperti halnya hegemoni eksistensi berlebih seringkali digunakan sebagai modal utama terjun dalam eskalasi dunia politik praktis. Selain itu eksistensi berlebih juga memungkinkan seseorang maupun kelompok lebih mendapat empati dalam kolosalisasi berbisnis.

Adapun hakikat dan esensi dari sebuah pengabdian sosial di lingkungan masyarakat diantaranya upaya diredusir problematika sosial di lingkungan masyarakat. Serta adanya diskursus dalam meningkatkan mutu sosial masyarakat. Upaya intensif yang seharusnya dimanifestasi menanggulangi kesenjangan sosial. Hingga bahkan upaya-upaya komplementer dilakukan untuk mensejahterahkan sosial masyarakat melalui pengabdian masyarakat. Secara singkat pengabdian dipelopori oleh berbagai paham dan dorongan diantaranya aktualisasi dari kegelisahan serta nurasi bagi kepemudaan dan Tri Dharma perguruan tinggi bagi mahasiswa. Hingga bahkan dipelopori oleh tujuan resmi organisasi/kelompok maupun konstelasi kelompok tertentu dengan tujuan luhur.

Hakikat dengan pandangan yang essensial terutama ditengah kecendrungan kecanggihan teknologi dan kemajuannya membuat berbagai bentuk pencitraan dengan pragmatisme yang ada. Ole karena itu pemuda dan mahasiswa teracuni oleh momok jahat yang menimbulkan kemacetan tersendiri dalam pola sistematis berpikir pemuda dan mahasiswa. Sudah sewajarnya jika hal tersebut mempengaruhi sensitivitas dan kemampuan memposisikan diri pemuda dan mahasiwa menjadi bergeser.

Tentunya iya atau tidak, sangat dibutuhkan solusi dalam menanggulangi stigma negatif yang mempengaruhi masyarakat hingga terjadi public distrust terhadap aktivitas/gerakan. Lantaran pengabdian sosial yang tatkala hanya dianggap sebagai pencitraan seseorang maupun kelompok semata. Demikian sangat diharapkan para pemuda dan mahasiswa sebagai agent of change dan iron stock haruslah memiliki kesadaran dan karakter. Dengan otoritas moral serta semangat mengelaborasi secara progresif dan masif. Dengan menghindari kemacetan berpikir demi renkontruksi berperilaku dan bergerak yang humanisme. Secara definitif agent of change memposisikan pemuda/mahasiswa sebagai bagian dari generasi yang dianggap mampu memberikan perubahan secara signifikan. Sedangkan iron stock memposisikan pemuda/mahasiswa sebagai generasi penggerak dan penerus bangsa yang memimpikan masa depan cerah dan sejahtera.

Bahkan sangat diharapkan lingkungan masyarakat dapat memberikan stimulus bergerak dan berpikir yang lebih visioner demi kemajuan bersama. Terutama hal yang menjadi inti adalah pemuda dan mahasiswa mampu memposisikan diri, stigma tetaplah stigma, siapapun bebas berprasangka dan berspekulasi buruk terharap perseorangan maupun kelompok. Hanya saja kembali kepada bagaimana sebagai generasi yang kaya akan intlektualitas memposisikan diri dan menyikapinya.

Winardi Dwi Putra (Mahasiswa FH UBB/ Aktivis Pemuda Tempilang)




Wednesday, July 15, 2020

ASN RSUD Sultan Daeng Radja Dibacok Secara Brutal Oleh Sopirnya Sendiri

Kamis, 16/07/2020
Media Bulukumba - Terjadi aksi penganiayaan di perempatan teko, kecamatan Ujung Bulu, kabupaten Bulukumba pada pukul 05:45 WITA ( kamis, 16/07/2020)

Aksi sadis penganiayaan atau pembacokan yang menyebabkan meninggalnya H. Ahmad Jayadi, SKM salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan daeng Radja kabupaten Bulukumba.

Peristiwa ini bermula saat korban mengantar istrinya ke pasar cekkeng, kasuara untuk berbelanja, kemudian beliau dan istrinya hendak pulang namun tiba-tiba dari arah belakang pelaku yang berinisial SF  alias RD (53)

Menarik korban dan melakukan aksi penganiayaan secara brutal menggunakan sebilah parang, bahkan setelah korban tersungkur pun pelaku masih melancarkan aksinya dengan berulang kali menghujamkan parangnya ke korban.

Dari peristiwa tersebut korban mengalami luka robek pada bagian kepala, punggung, dan tangan kanan yang diduga akibat sayatan dari parang atau benda tajam yang digunakan pelaku

Kasat Reskrim polres Bulukumba AKP Berry Junana putra, saat dikonfirmasi oleh rekan media, membenarkan terjadinya peristiwa penganiayaan yang menyebabkan kematian tersebut dan sementara masih dalam penyelidikan.

"Pelaku saat ini sudah kita amankan untuk dimintai keterangan terkait pembunuhan sadis ini, dan kami sementara melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi mata dan mengamankan barang bukti guna proses lebih lanjut" ujar AKP Berry

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Daeng Radja kabupaten Bulukumba untuk mendapatkan penanganan, namun nyawa korban tak dapat di selamatkan, hingga meninggal dunia akibat luka yang dialami

Dari hasil pemeriksaan pelaku mengaku tega menghabisi nyawa korban, karena kesal dan sakit hati karena gajinya sebagai sopir pribadi selama dua tahun tak kunjung dibayarkan.

Tuesday, July 14, 2020

Sidang Isbat Pernikahan Massal di Desa Gattareng

Sidang Isbad Pernikahan Massal di MTs Al Huda, Selasa 14 Juli 2020
Media Bulukumba - Pemerintah Desa Gattareng Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba, menginisiasi acara sidang isbad pernikahan massal sehingga pihak pengadilan agama turun langsung ke desa Gattareng melakukan sidang diluar pengadilan agama, Selasa 14 Juni 2020.

Dalam kegiatan yang berlangsung pukul 08:30 ini pun dihadiri oleh ibu camat Gantarang, kepala desa Gattareng, pemerintah desa ( pemdes) tokoh agama, dan Babinsa

Dan kegiatan di ikuti oleh 160 warga, yang dibagi menjadi dua tahap, pada hari ini sebnyak 155 dan tahap kedua pada hari Sabtu 5 orang di kantor desa, dari lima dusun se-desa Gattareng,

yang mana tetap menerapkan Protokol  kesehatan sesuai anjuran pemerintah seperti memakai masker, mencuci tangan dan juga dibagi menjadi tiga titik untuk menghindari kerumunan

Sidang Isbad Pernikahan Massal di SDN 204 Dusun Bonto Bayang
yakni di SDN 204 dusun bayang-bayang sebanyak 19 orang , SDN 275 dusun Bonto Bayang sebanyak 18 orang dan Mts Al-Huda mannaungi sebanyak 19 orang .

Sidang Isbad Pernikahan Massal di SDN 275 Dusun Bonto Bayang
Hal ini bertujuan untuk membantu dan memberikan kemudahan kepada masyarakat  yang telah melaksanakan pernikahan secara sah namun belum tercatat dalam dokumen negara atau buku nikah.

Abdul Hamid, SE (kepala desa Gattareng)
"Berharap dengan adanya acara ini dan saya Anggap acara pada hari ini sukses, mudah-mudahan kedepanya kita bisa mempermudah masyarakat yang sekiranya belum ada"

Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah sebagai pelayan atau abdi masyarakat, dan kegiatan ini merupakan kegiatan yang pertama kali di desa gattareng pada khususnya, dan pertama di kecamatan gantarang dan kindang pada umumnya.

Beliau pun menambahkan
"Apa yang kita laksanakan pada hari ini dapat berkelanjutan, dan mempermudah masyarakat dalam hal pengurusan buku nikah" ujar kepala desa gattareng Abd.Hamid, SE


"Saya selaku pemuka agama memberikan apresiasi yang dan penghargaan yang setinggi-tingginya karena ini termasuk memudahkan masyarakat, dalam hal administrasi" ujar Imam desa gattareng H. Usman Hamid, S.Ag




Beliau pun berharap
"Dengan adanya buku nikah yang diakui oleh Islam, dan diakui negara atau konstitusi dan sekitarnya ada urusan tidak ada lagi masalah, sebagai tokoh agama sangat terbantu dengan adanya inisiasi pemerintah desa sehingga pihak pengadilan bersedia melakukan sidang isbad di desa, dan ini termasuk trobosan baru dari kepala desa" jelasnya.